Waspada! Jangan Anggap Remeh Susah BAB pada Bayi: Ini Tanda Hirschsprung yang Wajib Anda Tahu!


Sebagai orang tua, kesehatan si kecil adalah prioritas utama. Ketika bayi mengalami masalah pencernaan, terutama kesulitan buang air besar (BAB), seringkali kita menganggapnya sebagai hal biasa. Namun, ada satu kondisi langka namun serius yang dikenal sebagai Penyakit Hirschsprung, yang memerlukan perhatian medis segera. Di Medilana, kami memahami kekhawatiran Anda, dan artikel ini akan membantu Anda mengenali tanda-tanda Hirschsprung pada bayi agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

Apa itu Penyakit Hirschsprung pada Bayi?

Hirschsprung adalah kelainan bawaan pada usus besar yang menyebabkan bayi kesulitan BAB. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya sel saraf khusus (ganglion) di sebagian usus besar. Sel saraf ini seharusnya bertugas mengendalikan kontraksi otot usus untuk mendorong feses keluar. Tanpa sel saraf tersebut, segmen usus menjadi kaku dan menyempit, sehingga feses tidak bisa bergerak dan menumpuk. Akibatnya, bagian usus di atas area yang menyempit akan membesar, yang dikenal sebagai Megacolon Hirschsprung. Mengenali gejalanya sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius.

Tanda-Tanda Awal Hirschsprung pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala kunci penyakit Hirschsprung dapat terlihat sejak lahir atau dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi. Jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda melihat tanda-tanda ini:

1. Tidak BAB dalam 48 Jam Pertama Setelah Lahir

Bayi yang sehat umumnya akan mengeluarkan mekonium (tinja pertama berwarna hitam pekat dan lengket) dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah lahir. Pada bayi dengan Hirschsprung, mekonium ini seringkali tidak bisa keluar tepat waktu karena ada hambatan di usus. Keterlambatan ini adalah salah satu tanda awal yang paling penting dan sering menjadi alasan dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika bayi Anda tidak BAB lebih dari 2 hari sejak dilahirkan, segera cari pertolongan medis.

2. Perut Kembung dan Buncit

Penumpukan feses dan gas di dalam usus besar menyebabkan perut bayi terlihat membesar, keras, dan tegang. Kondisi ini tentunya sangat tidak nyaman bagi bayi, membuatnya sering rewel, gelisah, bahkan sulit tidur nyenyak. Perut kembung pada Hirschsprung bukan sekadar masalah pencernaan biasa; ini adalah indikasi adanya sumbatan serius di usus yang jika dibiarkan dapat memicu komplikasi fatal.

3. Muntah Berwarna Hijau atau Coklat

Muntah dengan warna hijau menandakan adanya campuran cairan empedu, sementara muntah berwarna coklat menunjukkan adanya aliran balik isi usus. Pada bayi dengan Hirschsprung, hal ini terjadi karena feses tidak bisa bergerak turun, sehingga isi usus terdorong kembali ke lambung dan dimuntahkan. Gejala ini sangat berbeda dari gumoh atau muntah biasa setelah menyusu, karena sering terjadi berulang, dalam volume yang lebih banyak, dan terkadang disertai bau tidak sedap.

4. Kesulitan Makan atau Bayi Rewel Saat Menyusu

Bayi yang mengalami Hirschsprung seringkali menunjukkan penolakan untuk menyusu atau terlihat cepat lelah saat minum ASI/susu formula. Hal ini disebabkan oleh rasa tidak nyaman yang intens pada perut yang kembung, mual, serta adanya sumbatan usus yang membuat nafsu makan menurun. Akibatnya, bayi tidak mendapatkan asupan gizi optimal, yang berisiko tinggi menyebabkan gagal tumbuh (growth failure) dan berat badan tidak naik.

5. Konstipasi Kronis yang Tidak Membaik

Meskipun semua bayi bisa mengalami konstipasi sesekali, konstipasi pada bayi dengan Hirschsprung bersifat kronis dan persisten. Artinya, kondisi ini tidak membaik meskipun sudah diberikan penanganan standar seperti pijat perut atau penyesuaian diet. Bayi akan terus-menerus kesulitan BAB, dengan frekuensi yang sangat jarang dan feses yang keras. Ini bukan sekadar sembelit biasa, melainkan pertanda masalah serius pada fungsi usus.

Tanda-Tanda Bahaya yang Memerlukan Penanganan Segera

Selain tanda-tanda awal di atas, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa kondisi Hirschsprung pada bayi sudah masuk tahap berbahaya dan memerlukan penanganan medis darurat:

  • BAB Sangat Jarang, dengan Tinja Keras dan Kering: Ini menunjukkan sumbatan yang semakin parah.
  • Pertumbuhan Lambat atau Gagal Tumbuh: Bayi tidak mencapai berat badan atau tinggi badan yang sesuai usianya.
  • Diare Berulang dan Bercampur Darah: Ini bisa menjadi tanda enterokolitis Hirschsprung, komplikasi serius yang mengancam jiwa.
  • Perut Bayi Tampak Selalu Besar dan Tegang: Meskipun sudah berusaha diobati, perut tetap buncit dan keras.

Bagaimana Hirschsprung Didiagnosis?

Jika dokter mencurigai Hirschsprung, beberapa pemeriksaan diagnostik mungkin akan dilakukan:

  1. Rontgen Perut (Abdominal X-Ray): Untuk melihat gambaran usus, penumpukan gas, dan feses.
  2. Manometri Anorektal: Mengukur tekanan dan respons otot di rektum dan anus untuk mendeteksi kurangnya relaksasi yang khas pada Hirschsprung.
  3. Biopsi Usus: Ini adalah pemeriksaan paling definitif, di mana sampel jaringan usus diambil dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari keberadaan sel saraf.

Melihat kompleksitas dan kebutuhan perawatan yang berkelanjutan bagi bayi dengan Hirschsprung, peran dukungan medis profesional di rumah menjadi sangat krusial. Medilana menyediakan solusi perawatan lengkap di rumah, termasuk pemantauan kondisi, pemberian nutrisi khusus, hingga tindakan keperawatan yang mendukung proses pemulihan dan kualitas hidup si kecil.

Pentingnya Deteksi Dini dan Tindakan Cepat

Penyakit Hirschsprung memerlukan intervensi bedah untuk mengangkat bagian usus yang tidak memiliki sel saraf. Semakin cepat diagnosis ditegakkan dan penanganan dilakukan, semakin baik prognosis untuk bayi. Mengabaikan gejala dapat menyebabkan komplikasi serius seperti enterokolitis, perforasi usus (usus bocor), dan infeksi yang mengancam jiwa.

Jangan pernah ragu untuk menghubungi dokter anak atau profesional kesehatan jika Anda mencurigai adanya tanda-tanda Hirschsprung pada bayi Anda. Di Medilana, kami berkomitmen untuk mendukung kesehatan keluarga Anda dengan informasi yang akurat dan layanan perawatan terbaik.


Referensi Kesehatan: Kavacare. Layanan Medis ke Rumah: www.medilana.id.

Posting Komentar untuk "Waspada! Jangan Anggap Remeh Susah BAB pada Bayi: Ini Tanda Hirschsprung yang Wajib Anda Tahu!"